Update

Longsor Susulan Putus Jalur Gayo Lues–Aceh Tenggara, Stok Beras Habis dan Listrik Terganggu

Akses jalan Gayo Lues - Aceh Tenggara terputus lagi akibat longsor susulan. [Foto: untuk TAP]

Aceh Today, Blangkejeren - Akses jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dengan Aceh Tenggara kembali terputus akibat longsor susulan setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Terputusnya jalur vital ini berdampak langsung terhadap pasokan logistik dan layanan dasar masyarakat.

Gangguan distribusi menyebabkan stok kebutuhan pokok seperti beras, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG tersendat. Bahkan, di sejumlah kecamatan dilaporkan terjadi gangguan listrik dan jaringan internet akibat terhambatnya mobilisasi teknis di lapangan.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menyatakan kondisi tersebut telah dilaporkan kepada pemerintah pusat. Ia mengungkapkan stok beras Bulog di Gayo Lues telah habis, sementara distribusi logistik sama sekali tidak dapat dilakukan karena akses darat tertutup longsor.

“Kami sudah menyampaikan kondisi ini. Jika logistik belum bisa langsung masuk ke Gayo Lues, sementara bisa ditampung di Aceh Tenggara dan dijemput begitu akses jalan memungkinkan,” ujar Suhaidi, Senin (5/1/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Surhayanto langsung menginstruksikan pengiriman beras melalui jalur udara. Setiap penerbangan disiapkan dengan kapasitas angkut sekitar 1,5 ton untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.

Selain itu, BNPB juga memastikan pasokan BBM dan LPG tetap tersedia meski harus disuplai secara bertahap melalui Aceh Tenggara.

“Penanganan darurat harus segera dilakukan. Normalisasi sungai dan pembukaan kembali akses jalan langsung dikerjakan, dan biaya penanganannya kami tanggung. Yang terpenting, logistik bisa masuk dan masyarakat tidak terdampak lebih jauh,” tegas Surhayanto.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung meninjau lokasi longsor di kawasan Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, pada Minggu (4/1/2026). Ia mengakui kondisi ruas jalan sangat parah dan sempat kembali ambruk meski penanganan darurat telah dilakukan sejak Jumat dini hari.

“Ini jalur utama logistik menuju Gayo Lues. Jika tidak segera ditangani, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Fokus kami saat ini adalah penanganan darurat, karena ada dua hingga tiga titik krusial yang harus segera diselesaikan,” ujar Dody.

Pemerintah pusat menargetkan pembukaan akses sementara secepat mungkin sembari menyiapkan langkah penanganan permanen guna mencegah terulangnya bencana serupa, mengingat tingginya intensitas hujan di kawasan pegunungan Aceh dalam beberapa waktu terakhir.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image