Update

Harga Emas Bikin Pemuda Aceh Resah, Pemuka Adat Tegaskan Tak Mesti Emas

Aceh Today, Banda Aceh – Lonjakan harga emas yang terus meroket dalam beberapa hari terakhir menjadi momok bagi pemuda di Aceh yang tengah merencanakan pernikahan. Berdasarkan pantauan di Kota Banda Aceh pada Jumat (16/1/2026), harga emas perhiasan kini menyentuh angka fantastis, yakni Rp8.170.000 per mayam.

Kenaikan ini memicu kegelisahan karena mahar dalam tradisi Aceh identik dengan emas. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kesiapan finansial calon mempelai pria dan memunculkan tekanan sosial yang cukup berat.

Mahar Bukan Hanya Emas, Bisa Berupa Jasa

Menanggapi keresahan tersebut, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat, Tgk H Mawardi Nyakman, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa dalam adat Aceh dan syariat Islam, mahar tidak selamanya harus berupa emas atau benda bernilai tinggi lainnya.

"Mahar dapat disesuaikan dengan kemampuan calon mempelai. Bisa berupa benda seperti emas, maupun jasa, misalnya mengajar Al-Qur'an," jelas Tgk Mawardi, Jumat (16/1).

Ia menekankan bahwa substansi mahar bukan terletak pada mahal atau murahnya nilai materi, melainkan pada makna kehormatan, tanggung jawab, dan kasih sayang yang dikandung di dalamnya.

Menghindari Pemahaman Kaku

Tgk Mawardi menyayangkan fenomena pemahaman kaku di tengah masyarakat yang mewajibkan mahar tinggi. Menurutnya, pandangan tersebut justru menggeser esensi pernikahan dan memberatkan langkah menuju ibadah yang mulia.

"Adat Aceh dan ajaran Islam tidak pernah memberatkan. Yang penting adalah niat baik, tanggung jawab, serta kesiapan mental untuk membangun keluarga," tegasnya.

Konsekuensi Sosial yang Perlu Disikapi

Tingginya harga emas di awal tahun 2026 ini dikhawatirkan akan memicu penundaan pernikahan secara massal. Oleh karena itu, MAA mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali memaknai mahar sesuai tuntunan syariat yang menjunjung kemudahan dan kemaslahatan.

Keresahan pemuda di Aceh ini diharapkan menjadi pengingat bagi para orang tua dan pemangku adat untuk lebih bijak dalam menentukan syarat pernikahan, demi menghindari konsekuensi sosial yang lebih luas di masa depan.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image