Sudah 3 Bulan Lebih, Listrik 13 Desa di Aceh Belum Juga Menyala
Aceh Today, Banda Aceh - Sebanyak 13 desa di Provinsi Aceh hingga kini masih belum menikmati aliran listrik pascabencana banjir dan longsor yang terjadi akhir November 2025.
Data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) mencatat, per 8 Februari 2026, pemulihan jaringan listrik di wilayah tersebut belum sepenuhnya rampung.
“Di Aceh, masih terdapat 13 desa yang listriknya belum menyala. Sementara di Sumatera Utara, tersisa 2 desa yang listriknya masih padam. Adapun di Sumatera Barat, aliran listrik telah kembali normal secara keseluruhan,” kata Ketua Satuan Tugas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, Rabu (11/2).
Tito menyampaikan bahwa listrik menjadi indikator utama dalam mengukur percepatan pemulihan pascabencana.
Selain listrik, indikator lain yang dipantau adalah ketersediaan bahan bakar (BBM dan LPG) serta sarana komunikasi dan internet.
Tito mengklaim distribusi BBM dan LPG secara umum sudah berjalan lancar. Namun, konsistensi pasokan tetap harus dijaga agar pemulihan tidak tersendat.
Dia memastikan Satgas PRR terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah untuk memastikan seluruh wilayah terdampak segera pulih dan layanan listrik kembali normal sepenuhnya.

