Bank Aceh Ingatkan Nasabah Waspadai Situs Palsu yang Sekilas Mirip, Jangan Sampai Jadi Korban Phishing
Banda Aceh, Aceh Today - PT Bank Aceh Syariah kembali mengingatkan seluruh nasabah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya upaya penipuan digital melalui situs (website) palsu yang dibuat sekilas sangat mirip dengan halaman resmi Internet Banking Bank Aceh.
Melalui edukasi kepada nasabah, Bank Aceh mengingatkan bahwa pelaku kejahatan siber kini semakin canggih.
Mereka membuat alamat website yang sekilas tampak sama dengan situs resmi Bank Aceh, namun hanya berbeda satu atau dua karakter sehingga mudah mengecoh calon korban.
Bank Aceh menegaskan bahwa nasabah harus memastikan hanya mengakses layanan Internet Banking melalui alamat resmi https://ib.bankaceh.co.id. Sebaliknya, nasabah diminta menghindari tautan yang dikirim melalui pesan singkat, WhatsApp, email, maupun media sosial dari sumber yang tidak dikenal.
“Jangan sampai lengah hanya karena tampilan website terlihat mirip dengan yang asli,” demikian pesan edukasi yang disampaikan Bank Aceh dalam materi edukasinya, Senin (27/7/2026).
Dalam edukasi yang dibagikan, Bank Aceh memperlihatkan contoh situs palsu yang hanya berbeda satu huruf dari domain resmi. Modus seperti ini dikenal sebagai phishing, yaitu teknik penipuan yang bertujuan mencuri data rahasia pengguna, seperti User ID, password, PIN, hingga kode One Time Password (OTP).
Menurut Bank Aceh, perbedaan satu huruf saja pada alamat website dapat mengarahkan pengguna ke halaman palsu yang dirancang menyerupai tampilan Internet Banking asli.
Apabila korban memasukkan data login, seluruh informasi tersebut berpotensi langsung dicuri oleh pelaku.
Karena itu, Bank Aceh mengimbau seluruh nasabah agar selalu mengetik alamat website secara langsung di browser dan tidak mengakses layanan perbankan melalui tautan yang dikirim pihak lain.
Selain memastikan alamat website benar, Bank Aceh juga mengingatkan agar nasabah tidak pernah memberikan informasi rahasia kepada siapa pun, termasuk yang mengaku sebagai petugas bank.
Data yang wajib dirahasiakan meliputi:
- User ID Internet Banking
- Password
- PIN
- Kode OTP
Bank Aceh menegaskan bahwa pihak bank tidak pernah meminta data-data tersebut melalui telepon, pesan singkat, WhatsApp, email maupun media sosial.
Imbauan tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya berbagai modus penipuan digital yang menyasar nasabah perbankan.
Pelaku biasanya mengirimkan pesan yang mengatasnamakan bank dengan alasan pembaruan data, aktivasi rekening, peningkatan keamanan sistem, atau pemberitahuan transaksi mencurigakan.
Korban kemudian diarahkan mengklik tautan menuju website palsu yang tampilannya hampir identik dengan halaman resmi bank.
Bank Aceh mengajak seluruh nasabah untuk selalu mengutamakan keamanan dalam setiap transaksi digital. Nasabah diminta memastikan seluruh aktivitas perbankan hanya dilakukan melalui kanal resmi Bank Aceh serta segera menghubungi layanan pelanggan apabila menemukan tautan atau pesan yang mencurigakan.
Dengan meningkatnya literasi digital dan kewaspadaan masyarakat, diharapkan berbagai upaya kejahatan siber seperti phishing dapat dicegah sehingga keamanan transaksi nasabah tetap terjaga.


