Suasana Haru Warnai Sosialisasi Anti-Bullying KKN Unimal: Siswa Menangis Saat Curhat Jadi Korban Perundungan

Aceh Today, Sawang – Isak tangis pecah di ruang kelas SDN 2 Sawang, Gampong Paya Rabo, Kecamatan Sawang, Sabtu (31/1).
Suasana emosional ini terjadi saat KKN-Relawan Kelompok Satu Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar sosialisasi anti-bullying yang menyasar siswa kelas 5 dan 6.
Kegiatan yang awalnya dirancang sebagai sesi edukasi formal berubah menjadi momen refleksi mendalam yang menyentuh hati para relawan dan tenaga pendidik.
Keberanian untuk Melawan Luka Lama
Dalam sesi berbagi pengalaman (sharing session), sejumlah siswa secara mengejutkan memberanikan diri untuk berbicara jujur di depan kelas.
Beberapa anak tampak meneteskan air mata saat menceritakan pengalaman pahit mereka menjadi korban perundungan oleh teman sebaya yang selama ini hanya dipendam sendiri.
"Kegiatan ini bukan sekadar teori. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian, dan melapor adalah tindakan pemberani, bukan tanda kelemahan," ujar salah satu anggota relawan KKN Unimal.
Membangun Empati Sejak Dini
Relawan Unimal memberikan pemahaman komprehensif mengenai:
- Bentuk-bentuk Bullying: Baik secara fisik, verbal, maupun sosial.
- Dampak Psikologis: Bagaimana perundungan bisa merusak rasa percaya diri anak.
- Sikap Menghargai: Menumbuhkan rasa empati agar siswa tidak menjadi pelaku.
- Mekanisme Pelaporan: Mendorong siswa untuk berani mengadu kepada guru atau orang tua.
Komitmen Pembentukan Karakter
KKN-Relawan Kelompok Satu Unimal menegaskan bahwa pembentukan karakter dan kesehatan mental harus dimulai sejak usia sekolah dasar.
Kegiatan ini dinilai sukses karena mampu memecah kebuntuan komunikasi antara siswa yang selama ini merasa terintimidasi.
Pihak sekolah mengapresiasi inisiatif mahasiswa ini dan berharap lingkungan SDN 2 Sawang dapat menjadi zona nyaman yang benar-benar bebas dari segala bentuk perundungan, sehingga siswa dapat belajar dengan tenang tanpa rasa takut.
