Update

Bursa Rektor UIN Ar-Raniry 2026–2030: Prof. Inayatillah Resmi Mendaftar, Jadi Satu-satunya Srikandi dalam Kontestasi

Aceh Today, Banda AcehDinamika pemilihan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry periode 2026–2030 semakin memanas. Akademisi perempuan, Prof. Dr. Inayatillah, M.Ag., resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon rektor, Senin (30/3/2026), di Biro Rektorat UIN Ar-Raniry.

Kehadiran Prof. Inayatillah memberikan warna baru dalam kontestasi ini. Pasalnya, ia tercatat sebagai satu-satunya bakal calon perempuan yang meramaikan bursa pemilihan orang nomor satu di kampus tersebut.

Proses Administrasi yang Efisien

Sebelum menyerahkan berkas fisik, tim sukses Prof. Inayatillah memastikan seluruh persyaratan telah diunggah melalui sistem daring (Google Form) yang disediakan oleh panitia. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses verifikasi administrasi yang diketuai oleh Khairuddin.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Rabu (1/4/2026), Prof. Inayatillah membenarkan langkah pencalonannya tersebut. 

"Sudah resmi mendaftar sebagai bakal calon rektor di almamater sendiri," ujarnya singkat.

Profil dan Rekam Jejak Kepemimpinan

Prof. Inayatillah bukanlah wajah baru dalam dunia manajemen pendidikan tinggi. Ia memiliki rekam jejak akademik yang solid:

Pendidikan: Merupakan lulusan Sarjana dan Magister dari IAIN Ar-Raniry (sekarang UIN Ar-Raniry), serta menyelesaikan jenjang Doktoral di Universiti Malaya, Malaysia.

Pengalaman Manajerial: Pernah dipercaya memimpin STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat, sebagai Ketua periode 2019–2023.

Latar Belakang: Lahir dari keluarga yang berpengalaman di dunia pemerintahan. Ayah beliau merupakan mantan Bupati Aceh Barat periode 1967–1972 dan pernah menjabat sebagai Pembantu Gubernur pada era Gubernur Ibrahim Hasan.

Mendorong Kepemimpinan Perempuan di Kampus Islam

Masuknya Prof. Inayatillah dalam bursa calon rektor dinilai sebagai angin segar bagi keterwakilan perempuan di level pimpinan tertinggi perguruan tinggi Islam di Aceh. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa ruang kompetisi di lingkungan akademik kini semakin terbuka luas, berfokus pada kapasitas dan pengalaman tanpa memandang gender.

Sebagai catatan, Prof. Inayatillah akan bersaing dalam seleksi ini setelah sebelumnya Prof. Dr. Muhammad Siddiq Armia, SH, M.Ag., tercatat sebagai pendaftar pertama pada Maret lalu.

Publik kini menantikan bagaimana visi-misi para kandidat ini akan membawa perubahan bagi UIN Ar-Raniry dalam empat tahun ke depan.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image